Selasa, 03 April 2012

Perajin Sapu Glagah Kewalahan Penuhi Permintaan Ekspor

PURBALINGGA – Para perajin sapu glagah di Purbalingga mengaku kuwalahan memenuhi permintaan pangsa pasar ekspor. Sejumlah negara seperti Korea Selatan, Malaysia, dan Thailand meminta pasokan sapu glagah model ’Rayung’ dan ’Lakop’ rata-rata 200.000 buah sapu setiap bulannya. Kepala Bidang Industri pada Dinas Perdagangan Perindustrian dan Koperasi (Disperindagkop) Drs Agus Purhadi Satyo yang didampingi Kasubag Pemberitaan & Media Massa Bagian Humas Setda Ir Prayitno, M.Si kepada wartawan, Kamis (10/3) mengatakan, konsumen Korea Selatan sangat menggemari produksi sapu glagah model Rayung. Sapu Rayung adalah sapu yang berbahan hampir sebagian besar menggunakan glagah, termasuk gagang sapu yang berasal dari tangkai glagah yang diikat rapi. Sementara konsumen dari Malaysia dan Thailand lebih menyukai sapu glagah model Lakop. Beda sapu Lakop ini pada tangkai pegangan sapu. Sapu Lakop menggunakan tangkai dari bambu atau dari kayu yang diikatkan dengan glagah menggunakan plastik. ”Jenis sapu Rayung saat ini baru diproduksi oleh salah satu perajin dari Desa Karanggambas, Kecamatan Padamara. Perajin tersebut yakni bambang Triyono, meski dengan jumlah karyawan hampir 100 orang namun hanya mampu membuat 15 buah sapu per hari per orang,” kata Agus Purhadi Satyo. Sedang untuk perajin sapu glagah jenis Lakop, selain diproduksi oleh Bambang, juga diproduksi oleh para perajin dari Kecamatan Karangreja. ”Perajin di Purbalingga hanya bisa mampu membuat 40 ribu buah sapu jenis lakop per bulan. Hal ini masih bergantung pada bahan baku rumput glagah yang tersedia,” kata Agus. Agus menambahkan, harga sapu glagah jenis Rayung dilepas oleh perajin Rp 6.000 per buah. Sapu ini kemudian dikirim ke eksportir dari Korea yang berdomisili di Cirebon. ”Jika dihitung, nilai ekspor ini mencapai Rp 400 juta per bulan,” kata Agus sembari menambahkan, untuk sapu glagah model Asoi dan SMS (setengah miring) lebih banyak disukai konsumen dalam negeri. (BNC/tgr) ***** http://banyumasnews.com/2011/03/10/perajin-sapu-glagah-kuwalahan-penuhi-permintaan-ekspor/