Senin, 17 Mei 2010

SALAH KAPRAH

Lambe menghitam Kaki Slamet tak lepas dari kebul rokok kretek penetep setelah nyuwuk bocah sumeng kesambet bliswong anding wingi. Sebagai kesepuhan linuwih telah lama menjadi jujugan diskusi banyak orang, bahkan ketika para pemburu nasihat menanyakan tentang ilmu masa kini dengan cara inggrisan-pun dilayani dengan memuaskan.

Photo: Ilustrasi


Development is normally defined in two ways : in economic growth and in social progress.… Problem of implementing plans are also common in developing countries, lack of well-qualified personnel and appropriate organizations to implement development schemes can hamper the achievement of planning goals (Goodman, 1980)… Kayonge inyong tau krungu kalimat kue, kata kaki Slamet ketika ngendong ambi ndopok di rumah Bejo penyuluh yang se hobby kutu buku cara inggrisan, setelah tamat buku Louis J. Goodman dan Bryson.

Dopokan itu sebenarnya tengah membahas beda pendapat yang terjadi antara kaki Lurah denga ketua BPD-ne seputar perencanaan pembangunan di desanya, karena menurut isu yang beredar, ketua BPD-ne sampai mutung dan absen tidak hadir dalam beberapa uleman kumpulan yang dibuat kaki Lurah setelah kejadian beda pendapat sebulan lalu.

Thema dopokan itu seputar konsep perencanaan pembangunan yang coba mengupas akar masalah untuk nantinya oleh kaki Bejo jadikan masukan untuk kaki Lurah dan BPD-ne agar permutungan dan satru diakhiri wawuhan maning. Sehingga warga desa ora pada blok blokan ndukung lurah karo ketua BPD-ne, dadi kaya bangmba nek de kipasi bisa kobaran.

Kaki Slamet memudian menguraikan bahwa sumber daya manusia berkualitas dan ketepatan organisasi dalam melaksanakan perencanaan pembangunan merupakan syarat utama untuk mencapai tujuan pembangunan, guna menciptakan pertumbuhan ekonomi dan perbaikan kondisi sosial seperti kemiskinan yang bisa diakibatkan pola kebijakan strukturalis mengabaikan partisipasi politik dan ekonomi masyarakat secara langsung, dimana seharusnya diserap lewat forum-forum lokal seperti musyawarah, selapanan, rembug desa atau bentuk lain sebagai wujud aspirasi murni dari kepentingan wong ndesa.

Tapi kudu di eling kata kaki Slamet menambahkan, bahwa persoalan muncul dalam proses perencanaan pembangunan, ketika semua program seolah menjadi penting dan semua orang seolah menjadi ahli dalam menyerap aspirasi dari masyarakat, padahal aspirasi yang hendak diangkat menjadi program dan kegiatan bukan merupakan sesuatu yang berdiri sendiri, tetapi merupakan serangkaian proses mengkait atas : tujuan, prioritas, anggaran dan pola strategis yang tengah dibangun … “Strategic issue ; that is, they out line an organization’s response to fundamental challenges it faces. ... A strategy, therefore, is the extension of an organization’s (or community’s) mission, forming a bridge between the organization its environment (Bryson, 1995)”. Sehingga strategi perencanaan pembangunan harus bisa mengatasi tantangan yang tengah terjadi di lingkungan masyarakatnya.

Tapi ya kuwe wong jaman siki pada “Salah Kaprah jere sing bener ora lumprah” kata Kaki Slamet mengakhiri ceramah bahasa indonesianya. Karena sampai saat ini BPD di desanya merasa menjadi bagian dari masyarakatnya sudah manunggal, tembunge : “rakyat ya inyong BPD, BPD ya inyong rakyate” akibatnya perencanaan pembangunan kadang diajukan dengan mengabaikan forum rembug desa, sehingga persoalan strategis di desa terlupakan.

“Luraeh uga kelalen, nek njagong BPD ana utang pulitik sing kudu dibayar liwat pemenuhan janji pulitike maring konstituene” kata kaki Slamet. Sehingga kepentingan Kaki Lurah dan ketua BPD-ne perlu dipertemukan dalam forum peseduluran, agar tidak terjadi lagi “salah kaprah” dan jika de benerna bisa dianggep “lumprah”.

Cekap semanten, mugi Gusti mberkahi sedaya pangajab ingkang luhur tumraping sesami.

*****


Sumber: http://banyumaskab.go.id/